SPM : Sukses Usaha Penggemukan Sapi Potong

SPM : Sukses Usaha Penggemukan Sapi Potong
SPM : Sukses Usaha Penggemukan Sapi Potong
Kebutuhan daging sapi di Indonesia terbilang masih tinggi, ini dibuktikan bahwa setiap tahun lndonesia harus memenuhi dengan impor daging sapi dari negara lain. Salah satu penyebabnya adalah usaha penggemukan sapi potong di Indonesia masih banyak yang dilakukan dengan cara tradisional, sehing-ga hasil produksi daging di Indonesia juga terbatas. 

Usaha penggemukan sapi potong masih memiliki prospek yang baik. Data statistik menunjukkan bahwa populasi sapi lokal di Indonesia belum pernah menembus angka 10 juta ekor. Indonesia yang merupakan negara agraris pun sebenarnya sangat mendukung dalam pemeliharaan sapi potong yang relatif tidak begitu sulit karena jenis pakan yang dimakan sapi potong biasanya adalah rumput, jerami, bungkil pisang ataupun berbagai jenis dedaunan yang banyak tumbuh disekitar. Dengan ketersediaan padang rumput yang masih sangat luas peluang membuka usaha penggemukan sapi potong masih terbuka lebar. Pada lahan yang tidak begitu luas pun usaha ini masih dapat dilakukan yaitu dengan sistem atau teknik "kereman", yaitu suatu cara pemeliharaan dikandang secara terus menerus dalam kurun waktu 4 sampai 12 bulan. Tujuan pemeliharaan sapi dengan cara ini adalah untuk meningkatkan atau menghasilkan daging yang relatif lebih cepat. 

Penggemukan sapi yang dikelola dengan benar dan berorientasi komersial, tentu hasilnya akan lebih maksimal. Laba yang diperolehpun akan lebih besar. Buku ini akan memandu Anda memulai usaha penggemukan sapi potong mulai dari jenis-jenis sapi potong, cara memilih bakalan, hingga analisis budidaya usaha penggemukan sapi potong. Semuanya dijelaskan secara detail.

Spesifikasi Buku:

JUDUL: SPM : Sukses Usaha Penggemukan Sapi Potong
PENULIS: Muktiani
PENERBIT: Pustaka Baru Press
ISBN: 978 - 602-99881-6-6
TAHUN: 2019
UKURAN: 14 x 20
HALAMAN: 160

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "SPM : Sukses Usaha Penggemukan Sapi Potong"

Posting Komentar